Kutulis dirimu dalam diam malam
Di antara doa yang kupendam dalam
Menjelma jadi aksara dalam temaram
Abadi tersimpan di ruang terdalam
Bukan tinta yang menoreh rasa
Bukan pula pena penuh bahasa
Namun rindu yang diam-diam membaca
Setiap detak menjadi aksaranya
Seperti kitab tua yang tak usang
Meski diterpa hujan dan petang
Namamu hidup, terus terpatang
Di hati yang diam-diam memandang
Sebab mencintaimu bukan sekadar kata
Melainkan jejak yang enggan sirna
Namamu tertulis sepanjang jiwa
Menjadi aksara abadi selamanya
![[PUISi] Aksara Abadi](https://image.idntimes.com/post/20260512/img_9485_87c65d1d-b486-4f45-885e-f2ca3d451363.jpeg)