Kutelan getir
Yang tak sempat menjadi kata
Kurangkai senyum
Sembunyikan nestapa tanpa suara
Di tengah rasa yang mencubit dada
Di tengah raga yang tak berdaya
Matamu menyala penuh bara
Manakala pantulanku tak ada di sana
Kau berpaling
Kau tertawa
Dan kau bahagia
Bersamanya
Cemburuku mengunci dalam lara
Dan doaku berganti derita
Ingin selamanya berdiri dalam bayangmu
Tapi aku bukan manusia hina
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Aku Cemburu
![[PUISI] Aku Cemburu](https://image.idntimes.com/post/20260423/counselling-woman-1006102_1920_210b66a5-b15a-447f-9ad7-31ecdd5e958e.jpg)
ilustrasi perempuan putus asa sedih air mata (pixabay.com/Ulrike Mai)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us