Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Aku Menang, Aku Kalah
ilustrasi menyendiri (Unsplash.com/Bella Huang)

Kukira lari mampu selesaikan segalanya
Jauhkanku dari nestapa
Terjeda dari badai masa lalu
Terpisah dari kamu yang koyakkan rasa
Demi padamkan bara yang terus memerih

Lalu aku tertampar kenyataan
Semakin kencang berlari
Semakin dalam luka ini mengiringi
Bukan hanya tak sudi menghilang
Tapi kian menganga bak palung bencana

Aku tak ingin lari lagi
Terlalu letih berlomba dengan perih
Kupilih diam bersama sunyi dan kepungan lara
Yang menyerang tanpa ampun
Hingga luka itu kepayahan sendiri

Aku menang
Bertahan dalam kemelut ngilu yang menusuk tanpa ampun
Ya, aku menang
Limbung dalam raga yang terkoyak ribuan gores
Aku sudah menang meski aku juga kalah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team

EditorT y a s