Dan barangkali kitalah api
Harapku kobar tak harus megah
Cukuplah sinar perlahan menguar
Asalkan gulita tak mampir di mata
Sebab jika panas kuasai udara
Remang hanyalah perihal masa
Lalu kenangan berganti jelaga
Sebab rutinitas 'tlah hangus tak bersisa
Namun jika pijar semakin redup
Dan hangat mulai terasa beku
Haruskah kutuang minyak di sela bara
Meski korbankan seluruh rona?
Sialnya, kau lenyapkan renjana terakhir
Buatku tak berdaya kembalikan nyala
Lantaran abu terburu menjelma
Dan rasamu asap kehilangan nyawa
![[PUISI] Asap yang Kehilangan Nyawa](https://image.idntimes.com/post/20260420/pexels-photo-12090500_56cd9ed6-a458-4f30-90f3-23b598342cce.jpeg)