Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Asap yang Kehilangan Nyawa
ilustrasi wanita melihat kobaran api dan asap (Pexels.com/Rafael Santos)

Dan barangkali kitalah api
Harapku kobar tak harus megah
Cukuplah sinar perlahan menguar
Asalkan gulita tak mampir di mata

Sebab jika panas kuasai udara
Remang hanyalah perihal masa
Lalu kenangan berganti jelaga
Sebab rutinitas 'tlah hangus tak bersisa

Namun jika pijar semakin redup
Dan hangat mulai terasa beku
Haruskah kutuang minyak di sela bara
Meski korbankan seluruh rona?

Sialnya, kau lenyapkan renjana terakhir
Buatku tak berdaya kembalikan nyala
Lantaran abu terburu menjelma
Dan rasamu asap kehilangan nyawa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team