Aku tersenyum saat kata-kata melukai
Terasa panas membara namun terpendam
Ada yang kusembunyikan di balik wajah tenang
Agar keadaan tidak semakin runtuh
Bara itu kecil namun apinya besar
Ia menyala di ruang yang seharusnya dingin
Aku memilih untuk menikmati hangatnya
Tanpa sadar semua habis dibakar
Menahan panas bukan berarti takut
Menunda padam bukan berarti kalah
Aku sedang menjaga arah
Agar keputusan tidak lahir dari amarah
Senyum ini bukan sekadar kepura-puraan
Ia adalah pagar yang kubangun sendiri
Bara akan tetap ada di dalam dada
Namun aku tetap berdiri dengan senyuman
![[PUISI] Bara di Balik Senyum](https://image.idntimes.com/post/20250930/pexels-olly-774866_548cf026-2250-4047-9193-6c0d94450383.jpg)