Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Bara di Balik Senyum
ilustrasi tersenyum (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Aku tersenyum saat kata-kata melukai
Terasa panas membara namun terpendam
Ada yang kusembunyikan di balik wajah tenang
Agar keadaan tidak semakin runtuh

Bara itu kecil namun apinya besar
Ia menyala di ruang yang seharusnya dingin
Aku memilih untuk menikmati hangatnya
Tanpa sadar semua habis dibakar

Menahan panas bukan berarti takut
Menunda padam bukan berarti kalah
Aku sedang menjaga arah
Agar keputusan tidak lahir dari amarah

Senyum ini bukan sekadar kepura-puraan
Ia adalah pagar yang kubangun sendiri
Bara akan tetap ada di dalam dada
Namun aku tetap berdiri dengan senyuman

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy