Bulan sabit menggantung tipis
Seperti senyum yang menahan rahasia
Di bawahnya bayanganku memanjang
Mengikuti langkah yang ragu
Siang menguji dengan panas
Malam memeluk dengan doa
Ramadan berjalan di antaranya
Menjadi jembatan jiwa
Bayangan tak lagi menakutkan
Ia hanya sisi yang belum kupahami
Menunggu disentuh cahaya
Yang datang dari dalam
Dan ketika kulihat lebih dekat
Bayangan itu bukan musuh
Ia hanyalah cermin
Yang ingin diajak berdamai
![[PUISI] Bayangan di Bawah Bulan Sabit](https://image.idntimes.com/post/20260303/pexels-bluessra-19150753_7486bf2d-8e61-4f46-8c0f-5e972e95d261.jpg)