Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tentang Apa yang Pandai Berkhianat

[PUISI] Tentang Apa yang Pandai Berkhianat
ilustrasi kamar tidur (pexels.com/ENGY NAGUIB)

Aku merebahkan diri tanpa suara
Dalam sebuah kamar kecil yang bercahayakan senja
Aku tau jika yang kupunya sudah remuk berkeping-keping
Tak ada nama, serta tak ada pula cara bertahan

Sesekali aku masih ingin mencoba meraihnya setengah mati
Menyusuri banyak cela, membuat muka jam dinding tak terlihat bergerak
Kumohon hiduplah dengan baik, bisiknya
Mengapa ia tak kunjung menyadari jika sesuatu yang berkali-kali diseka nampak kembali lagi

Membuat kekeruhan ini pada hakikatnya terasa abadi
Resah merajai diri, seolah tak ada ujungnya
Kiranya kehidupan yang lain memang tak pernah ada
Dan maka sejak saat itu, mulutku seolah merenteng kata selamat tinggal


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Mengapa Kami Dituntut Pasrah?

19 Apr 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Persis Kaca Rapuh

[PUISI] Persis Kaca Rapuh

18 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[CERPEN] Sampai Mati

[CERPEN] Sampai Mati

17 Apr 2026, 06:38 WIBFiction
[PUISI] Sang Pemilih

[PUISI] Sang Pemilih

17 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction