Di sudut malam, memintal sunyi
Menjadi benang temaram rapuh
Namun setia menautkan luka
Pada jarak yang enggan sembuh
Cahaya merunduk di balik kelopak waktu
Berjalan pincang di lorong kenangan
Setiap langkahnya menyulam rindu koyak diam-diam
Angin berkhutbah tentang kehilangan,
Kata-katanya gugur seperti debu doa,
Jam dinding mengunyah detik
Hingga bunyinya terasa pahit di dada
