Bumi dulu hanya ingin ditanami,
dengan gandum, bunga, dan harapan,
bukan dilubangi oleh amarah,
yang jatuh dari langit.
Tanah gemetar setiap malam,
seperti tubuh yang demam,
ia tak mengerti mengapa manusia,
begitu gemar bertengkar.
Padahal di bawah tanah yang sama,
akar-akar saling berpelukan,
tanpa bertanya siapa berasal dari mana,
atau bahasa apa yang mereka ucapkan.
Bumi hanya ingin tenang kembali,
mendengar suara hujan dan burung,
bukan suara manusia,
yang lupa cara hidup bersama.
![[PUISI] Bumi yang Lelah Menjadi Medan](https://image.idntimes.com/post/20260310/pexels-ahmed-akacha-3313934-19263993-1_7d5b9983-6893-4702-8541-e72f4e7b6c56.jpg)