Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Bumi yang Lelah Menjadi Medan
ilustrasi seorang warga di tempat pengungsian (pexels.com/Ahmed akacha)

Bumi dulu hanya ingin ditanami,
dengan gandum, bunga, dan harapan,
bukan dilubangi oleh amarah,
yang jatuh dari langit.

Tanah gemetar setiap malam,
seperti tubuh yang demam,
ia tak mengerti mengapa manusia,
begitu gemar bertengkar.

Padahal di bawah tanah yang sama,
akar-akar saling berpelukan,
tanpa bertanya siapa berasal dari mana,
atau bahasa apa yang mereka ucapkan.

Bumi hanya ingin tenang kembali,
mendengar suara hujan dan burung,
bukan suara manusia,
yang lupa cara hidup bersama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team