Di balik bingkai kayu yang mulai retak,
Aku diam mematung menelan cahaya
Lelah rasanya menjadi bayangan yang setuju saja,
Mengikuti lekuk tawa atau duka yang kamu letak
Aku bosan menangkap mata yang selalu mencari cela,
Menghitung garis halus di sudut bibirmu yang kaku
Padahal aku ingin sesekali menjadi jendela,
Melihat duniamu, bukan hanya pantulan semu
Coba sekali saja kamu berdiri di depanku,
Lalu aku memberikan wajah yang sama sekali beda
Wajah yang tak butuh bedak atau topeng penentu,
Agar kamu tahu yang asli tak pernah benar-benar ada
Besok jangan kaget kalau aku tak lagi bicara,
Hanya ada kaca berdebu tanpa rupa dan tanpa warna
Aku ingin kau berhenti memuja wajah yang kau buat-buat,
Lalu mulai mencari dirimu yang asli, yang jauh lebih kuat
