Tanganmu yang menari
menuliskan diri dengan diksi,
sembunyikan sebuah kesah
dalam sajak-sajak megah
Diksi-diksi yang megah,
menjerumat luka-luka dengan indah,
tapi ...
apakah lukamu benar-benar telah kalah?
Cobalah menari tanpa diksi-diksi megah,
lepaskan segala kesah, resah, dan gelisah,
jika bukan denganku ...
berkisahlah pada-Nya tanpa rasa bersalah
![[PUISI] Dengan Diksi](https://image.idntimes.com/post/20241108/pexels-dziana-hasanbekava-7063767-f33a875018adce7eefd5054721cbef1e-5a7184d4332120cf251d6feb839cbeff.jpg)