Diriku tumbuh
bukan di tanah yang subur,
melainkan di sela-sela yang hampir hancur
Kuajarkan akar untuk mencengkeram kuat
agar tubuhku tetap kokoh karena terikat
Kuajarkan daun untuk tumbuh lebat
agar tubuhku tak goyah saat badai hebat
Aku menyimpan lelah
di dalam lingkar batangku,
yang semakin terlihat satu per satu
meski tak semua orang tahu itu
Mereka mungkin melihatku rindang,
tapi tak pernah melihat berapa kali aku hampir tumbang
Ada beberapa musim yang meminta kehilangan
Lalu, kubiarkan segala hal berguguran
Ada beberapa musim yang menggantikan itu
Lalu, kuterima lagi apa pun yang memelukku
Hari ke hari, kutunggu bungaku tumbuh
Hari ke hari, kutunggu buahku penuh
Hari ke hari, tetap kuberi teduh
meski musim belum memberi apa pun
Di antara retak, aku tak mengelak
Di antara retak, aku tetap tumbuh tanpa menggertak
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Di Antara Retak
![[PUISI] Di Antara Retak](https://image.idntimes.com/post/20251213/pexels-nano-erdozain-120534369-16903867_7badfb2c-a000-4a0c-9b44-dd9555ca471d.jpg)
ilustrasi seorang perempuan di tengah pepohonan (pexels.com/Nano Erdozain)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us