Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perempuan di bangunan terbengkalai seorang diri
ilustrasi perempuan di bangunan terbengkalai seorang diri (pexels.com/Rene Terp)

Kau adalah kata paling familiar
Namun terdengar asing di telinga
Seolah bibir terbiasa mengucap sapa
Namun telinga gagal dalam mencerna

Sedangkan bagimu ... akulah teka-teki
Seluruh ucap terlalu sukar kau pahami
Hingga jemu menjemputmu undur diri
Tanpa jejak, seolah tak lagi ingin dikenali

Sialnya, aku terlalu keras kepala
Kukejar bayangmu berbekal pelita
Memohon fana bermukim sedikit lebih lama
Walau sekadar dialog tak bernada

Namun, ratap tak diindahkan empunya
Dan rindu tersesat di jalan pulang
Jadi di sinilah kakiku berhenti
Di ruang yang dulu pernah kau gemari

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎