Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Dihakimi di Rumah Sendiri
ilustrasi rumah (pexels.com/Peter Holmboe)

Rumah ini bernapas pelan
Saksi ruang belajar dalam perjuangan
Tanah leluhur membingkai peradaban
Kini, jadi ruang tak aman

Dihujam fitnah, dalam rumah sendiri
Framing menjarah, tanpa toleransi
Dibatasi, dicurigai
Dituduh amoral, selayaknya kriminal

Di mana rumah yang dulu?
Ruang tanpa penghakiman
Ruang aman dan tenang
Haruskah terusir oleh ketidakadilan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team