Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Gadai Percaya
ilustrasi orang tua (pexels.com/ Kindel Media)

Puluhan tahun merangkai lelah dari pintu ke pintu
Menggulung doa di sudut kontrakan yang semu
Kini sebuah atap hadir membasuh debu
Tempat senja seharusnya pulang tanpa rasa ragu

​Namun darah daging datang membawa janji manis
Membungkus ambisi dengan tawa yang puitis
Sertifikat berpindah tangan saat tinta melukis
Meninggalkan orang tua dalam tangis yang tipis

​Bangunan kos itu kini tegak setengah mati
Menjadi monumen bisu dari mimpi yang tak pasti
Cicilan datang mencekik seperti musim yang keji
Memaksa mereka kembali menjadi tamu di rumah sendiri

​Sungguh tidak ada sunyi yang lebih menyayat
Selain melihat rumah sendiri sedang sekarat
Luka terdalam lahir dari tangan yang dirawat
Mengkhianati kasih yang dulu dijaga dengan berkat

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎