/1/
Dari sekian kelopak tirta mengiris kota kelabu
Akaramu mengepungku bagai badai berdebu
Tidak sanggup ku tepis, begitu pun dalam kalbu
Rindu tahu di sudut mana dia harus menyerbu
/2/
Bangku di halte yang kita tempati bersama
Serupa dengan gelora rasaku; masih sama
Origami yang kamu buat sambi berirama
Kerap tertangkap olehku dengan saksama
/3/
Ku sandera senja sebelum gelap menyerap
Sengaja kuabai meski telah terlanjur hirap
Aku masih berani untuk melayangkan harap
Mendengar lagi gema kakimu yang berderap
![[PUISI] Halte Kerinduan](https://image.idntimes.com/post/20220603/fromandroid-1981be0c95dacfc5c7893a8332306816.jpg)