Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Dari Doa-doaku yang Panjang

[PUISI] Dari Doa-doaku yang Panjang
ilustrasi berdoa (unsplash.com/Patrick Fore)

Kelak
Entah berapa penantian lagi
Semoga puisi-puisiku sampai di rumahmu dengan selamat
Puisi yang kutulis dengan serabutan ini
Mungkin terdapat diksi yang kudapat dari rentetan puisi panjang Jokpin dan mendiang Sapardi

Semoga kelak kau menyukainya
Semoga kelak kau juga bisa mengenalnya

Dari doa-doaku yang panjang
Ada kiranya aku bertanya kepada Tuhan
Bagaimana sebuah takdir bekerja? 
Jika setiap bahagia harus dibayar dengan pengorbanan
Lalu, apakah setiap cinta harus pula dibayar dengan sebuah kehilangan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Santi Agustin
EditorSanti Agustin
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Nasi Goreng Ibu

[PUISI] Nasi Goreng Ibu

01 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kucari Kamu

[PUISI] Kucari Kamu

28 Apr 2026, 20:17 WIBFiction