Pintu tertutup tanpa bunyi berderit
Ruangan tidak benar-benar kosong
Ada napas yang terdengar pelan
Mengisi sudut yang jarang disadari
Tidak ada sedikit pun percakapan
Kursi tetap kosong pada tempatnya
Cahaya jatuh di lantai dengan tenang
Menyelimuti dengan hampa dan hangat
Suara jam berdetik terasa menegangkan
Namun detiknya terasa lebih berani
Segala yang dahulu mendesak
Kini perlahan kehilangan urgensinya
Di dalam hening yang menetap ini
Tidak ada yang harus kulengkapi
Semua cukup berada di tempatnya
Dengan hening yang menjadi rumah
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Hening yang Menjadi Rumah
![[PUISI] Hening yang Menjadi Rumah](https://image.idntimes.com/post/20260413/pexels-andrew-3132388-2_f7f6a7c5-d606-4f06-a12b-8026db78a220.jpg)
ilustrasi pria yang sendirian (pexels.com/Andrew Neel)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us