Sepuluh hingga satu terdengar nyaring
Waktu berlari seperti anak kecil
Tahun baru melompat dari bibir ke bibir
Dengan tawa yang meledak serempak
Di antara teriak dan pelukan
Ada rindu yang tak sempat disebut
Kepada yang pergi sebelum jam dua belas
Kepada yang hadir hanya di ingatan
Aku ikut menghitung tanpa suara
Menyusun ulang diriku sendiri
Apa yang perlu ditinggal
Apa yang pantas dibawa
Saat angka terakhir terucap lantang
Aku memulai dengan langkah kecil
Sebab perubahan jarang lahir dari sorak
Melainkan dari setia pada proses
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Hitung Mundur Tahun Baru

ilustrasi seorang anak memainkan kembang api (pexels.com/Matheus Bertelli)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us