Kau pernah menjelma pengantar
Manis dalam tidurku
Bukan khayalan dan imaji yang terus mengungkung ruang gerak
Pada jalinan jemari kita
Kembali dibasahi air mata yang terus-menerus menguras mata air,
dan tak sudah-sudah
Menggali pekuburan baru di sisi utara
Kala petang sudah tiba di angkasa
Akankah banjir di sudut mataku, menjelma pelangi?
Seperti omong kosongmu kemarin pagi?
![[PUISI] Hujan di Jalinan Jemari Kita](https://image.idntimes.com/post/20211221/umbrella-5269946-1920-1b4e556639de0077eebcd37f0da87365-f5b2e29363a6ea21b12a59b531ebe5c5.jpg)