Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kembali Termenung Aku di Beranda

[PUISI] Kembali Termenung Aku di Beranda
ilustrasi beranda (pixabay.com/Gretta Blankenship)

Sepiring pisang goreng telah tandas,
menyisakan bulir minyak yang menempel di permukaan
dan remah-remah garing 
yang tak lagi jadi selera.

Anak-anak saling mengejar di teras
dan melagukan tawa 
tak peduli dengan terik matahari makin digdaya,
sedangkan semilir angin yang ditunggu tak datang jua.

Kutatap ujung jalan
kelokan masih kosong tanpa barang satu kendaraan
tak ada tanda kehidupan
datang
sekadar mengembalikan rindu
dan cerita
sayangnya tak pernah usai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Matthew Suharsono
EditorMatthew Suharsono
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Antara Redup dan Hidup

02 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction