Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Kembali Termenung Aku di Beranda

[PUISI] Kembali Termenung Aku di Beranda
ilustrasi beranda (pixabay.com/Gretta Blankenship)
Share Article

Sepiring pisang goreng telah tandas,
menyisakan bulir minyak yang menempel di permukaan
dan remah-remah garing 
yang tak lagi jadi selera.

Anak-anak saling mengejar di teras
dan melagukan tawa 
tak peduli dengan terik matahari makin digdaya,
sedangkan semilir angin yang ditunggu tak datang jua.

Kutatap ujung jalan
kelokan masih kosong tanpa barang satu kendaraan
tak ada tanda kehidupan
datang
sekadar mengembalikan rindu
dan cerita
sayangnya tak pernah usai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Hutan di Sela-Sela Kaki

20 Des 2021, 20:48 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Matthew Suharsono
EditorMatthew Suharsono

Related Articles

See More
[PUISI] Labirin Perasaan

[PUISI] Labirin Perasaan

02 Jul 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Persembahan

[PUISI] Persembahan

02 Jul 2026, 20:48 WIBFiction
[PUISI] Realitas Bayangmu

[PUISI] Realitas Bayangmu

02 Jul 2026, 16:47 WIBFiction