Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Inang Benalu
ilustrasi wajah yang tumpang tindih (pexels.com/cottonbro studio)

Kau datang mengetuk pintu dengan wajah iba
Menawarkan bahu seolah kau paling setia
Sunyi merayap melihat sandiwaramu yang gila
Berlagak jadi penawar, padahal kau adalah bisa

Tanganmu merangkulku dengan pelukan hangat
Tapi matamu mengincar sisa hidupku yang sekarat
Kau simpan rahasia di balik senyum yang terpahat
Mengambil yang tertinggal dengan langkah yang jahat

Silakan dekap bayangan yang kau anggap abadi
Di atas air mataku yang kau isap tanpa tahu diri
Tunggulah saatnya semua topengmu luruh
Karena dusta akan berakhir binasa, percayalah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎