Saat dunia menyerah pada sunyi yang lelap
Isi kepala justru riuh enggan untuk menutup atap
Kenangan lama merayap serupa bayang yang hinggap
Menuntut jawaban atas tanya yang dulu sempat senyap
Rencana esok beradu dengan sesal yang kemarin
Berputar-putar seperti angin di balik tirai kain
Tentang langkah yang ragu atau ambisi yang bermain
Semua berkelindan menjerat jiwa yang kian mendingin
Ada suara-suara tanpa wujud yang mulai menggema
Membahas skenario hidup yang tak kunjung berterima
Logika dan rasa bertarung dalam satu dilema
Mencari titik terang di tengah malam yang buta nama
Hingga akhirnya lelah pun datang mengetuk pintu
Menenangkan badai pikiran yang sedari tadi menderu
Membiarkan sisa malam berlalu dalam satu restu
Bahwa esok tak perlu lagi dipikul seberat itu
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Isi Kepala Jam Dua Pagi
![[PUISI] Isi Kepala Jam Dua Pagi](https://image.idntimes.com/post/20260511/pexels-reynaldoyodia-13419686_0a644d17-6250-401f-a47b-57898176c06b.jpg)
ilustrasi jam (pexels.com/Reynaldo Yodia)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us