Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Isi Kepala Jam Dua Pagi
ilustrasi jam (pexels.com/Reynaldo Yodia)

Saat dunia menyerah pada sunyi yang lelap
Isi kepala justru riuh enggan untuk menutup atap
Kenangan lama merayap serupa bayang yang hinggap
Menuntut jawaban atas tanya yang dulu sempat senyap

Rencana esok beradu dengan sesal yang kemarin
Berputar-putar seperti angin di balik tirai kain
Tentang langkah yang ragu atau ambisi yang bermain
Semua berkelindan menjerat jiwa yang kian mendingin

Ada suara-suara tanpa wujud yang mulai menggema
Membahas skenario hidup yang tak kunjung berterima
Logika dan rasa bertarung dalam satu dilema
Mencari titik terang di tengah malam yang buta nama

Hingga akhirnya lelah pun datang mengetuk pintu
Menenangkan badai pikiran yang sedari tadi menderu
Membiarkan sisa malam berlalu dalam satu restu
Bahwa esok tak perlu lagi dipikul seberat itu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎