Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Jangan Panggil Aku Sayang
ilustrasi perempuan membawa bunga (Unsplash.com/Guilia Bertelli)

Jangan panggil aku sayang
Sebab rasa itu sudah menghilang
Pupus usai kau hujani lara yang masih meradang
Sisakan hati rapuh penuh lubang
Di antara serpihan malam tak berbintang

Jangan panggil aku cinta
Sebab kata sudah kehilangan makna
Sejak barisan kenangan luruh tanpa sisa
Di antara kita
Yang kini tak lagi sanggup bersama

Sudahlah
Memang jalan kita harus berpisah
Dan berakhir dengan tak indah
Bersama raga yang kian lelah dan doa-doa memasrah
Atas jejak-jejak kisah tak terbantah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team

EditorYudha ‎