Pada jeda-jeda yang tak pernah bicara
aku menyelipkan namamu tanpa suara
Bukan untuk diminta, bukan pula dijaga
cukup menjadi kemungkinan yang kubawa.
Jika suatu hari angin bertanya
ke mana perginya rasa yang tak jadi nyata
biarlah namamu tinggal sebagai kata
yang tak menuntut pulang, tak memaksa cerita.
Sebab mencintai tak selalu bersama
kadang cukup tahu tanpa berharap apa-apa
Kau pernah singgah, lalu memilih reda
menjadi sunyi yang kupeluk dengan lega.
Dan bila dunia kembali menggugat rasa
aku tak lagi sibuk mencari makna
Di antara hilang dan yang tersisa
aku belajar mencintai tanpa memiliki apa-apa.
