Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Jejak yang Tak Terbaca
Jejak kaki yang memudar (.pexels.com/Şeymanur)

Aku berjalan di antara waktu yang kejam dan tak selalu ramah,
meninggalkan jejak yang bahkan aku sendiri
tak sepenuhnya mengerti seperti apa bentuknya.

Ada langkah-langkah yang kuambil tanpa arah dan tujuan pasti,
seolah hidup hanya mengalir
tanpa pernah menunggu saat aku benar-benar siap.

Beberapa hal datang terlalu cepat,
lalu menghilang sebelum sempat kupahami,
menyisakan ruang kosong dan segala kenangan
yang tidak pernah benar-benar terisi sepenuhnya.

Jejakku mungkin terlihat samar,
terhapus angin, hujan, dan waktu yang terus berjalan,
seakan tidak pernah benar-benar ada
yang bisa dipertahankan atau dibaca kembali.

Jika suatu hari seseorang mencoba memahami aku,
mungkin ia hanya akan menemukan sisa-sisa
dari hal yang tidak pernah selesai diungkapkan,
dan tidak pernah benar-benar utuh diceritakan.

Karena tidak semua perjalanan
ditulis untuk dapat dimengerti,
beberapa hanya ditinggalkan
sebagai jejak yang tak terbaca.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team