Aku tiba lebih dulu dibanding kematian
Aku tiba lebih dulu dibanding keputusasaan
Aku tiba lebih dulu dibanding kehampaan
Saat tawa lebih mewarna daripada memuram
Saat belum berjalan ke titik pedih
Sampai aku memuncak kecewa
Lalu berlari menuju ruang luka
"Kau tak bisa diobati"
Kata dinding yang kuajak bicara
Berisik pula kenyataan yang disampaikannya
Kumarahi saja ia
Sialnya, aku tak sembuh juga
Tertawa pula dinding angkuh itu
Ah, aku pun ikut tertawa
Jika luka tetap mengaga
Bersama dinding itu aku memilih gila
![[PUISI] Kata-Kata dari Sebuah Dinding kepadaku](https://image.idntimes.com/post/20230428/pexels-monstera-6373664-4eb1bb5bfa38ba37c3a336045b57f9c6-e0c56a7e577945042a43719929b7fa88.jpg)