Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Kata-Kata dari Sebuah Dinding kepadaku
ilustrasi dinding (pexels.com/@gabby-k)

Aku tiba lebih dulu dibanding kematian

Aku tiba lebih dulu dibanding keputusasaan

Aku tiba lebih dulu dibanding kehampaan

Saat tawa lebih mewarna daripada memuram

Saat belum berjalan ke titik pedih

Sampai aku memuncak kecewa

Lalu berlari menuju ruang luka

"Kau tak bisa diobati"

Kata dinding yang kuajak bicara

Berisik pula kenyataan yang disampaikannya

Kumarahi saja ia

Sialnya, aku tak sembuh juga

Tertawa pula dinding angkuh itu

Ah, aku pun ikut tertawa

Jika luka tetap mengaga

Bersama dinding itu aku memilih gila

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team

EditorYudha ‎