Bulan jingga berayun di permukaan laut
Kakinya masih tertancap di bawah kapal pencari ikan
Di bawah bayang wajah murungnya kuajak mereka berpesta
Lantunkan kidung terakhir, di pesisir purnama berakhir
Setengah berlari kaubawa asmara yang sangat murka
Hingga kaulupa memberi pelita,
untuk sahabat yang kini sedang berpesta,
dan untukmu: untuk pestamu juga
Ini purnama terakhir, ini syair-syair mereka
Kulebur dengan lantunan kidung-kidung purba
Untuk sebuah tanda mata;
di pesta terakhir kita
Purnama telah melangkah
Sewindu putarannya telah ikut tersenyum,
kita tetap nyanyikan kidung di bentala yang tertawa
hingga kau murka...kau berbaring: kita penuh luka
