Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Koma di Ujung Doa
ilustrasi perempuan yang sedang berdoa (pexels.com/Thirdman)

Rembulan malam terlihat indah seperti biasa

Sinarnya masih hangat menerangi angkasa

Awan-awan teduh pun mengelilinginya

Seperti menjadi pengawal sampai pagi menyapa

Di tengah romantisme alam semesta,

manusia lain masih terlelap dalam tidurnya

dan kau memilih membuka mata

untuk melangitkan pinta

untuk mengakui dosa

dan untuk bercerita

Lewat rintih tangis di malam sepertiga

lewat senyum tipis di ruang antara

lewat manisnya makna yang ada

dan kau selalu temui koma di ujung-ujungnya

tentang hal-hal yang ada di luar kendali kepala

tentang hal-hal yang tak bisa terungkap oleh kata

tentang hal-hal yang terasa jauh jaraknya

tentang hal-hal yang cukup diserahkan pada Sang Pencipta

Pada akhirnya, memang akan selalu ada koma di ujung doa

akan selalu ada hal yang tak pernah selesai seketika

akan selalu ada hal yang tak harus kau temukan jawabannya

akan selalu ada hal yang membuatmu terus mengadu kepada-Nya

sampai Tuhan berkata: "sekarang sudah waktunya"

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team