Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Langkah yang Tak Pernah Mudah
Seseorang Berjalan Sendirian di Jalan Berkabut (pexels.com/Bernie Andrew)

Langkahku tak pernah mudah,

selalu ada beban yang kasatmata

menggantung di pundak waktu,

menarikku pelan ke belakang.

 

Jalan ini amat panjang,

lebih sunyi dari yang kubayangkan,

setiap jejak seolah bertanya,

“masih kuatkah kau bertahan?”

 

Aku pernah ingin berhenti,

duduk sendiri di persimpangan ragu,

menyerah pada lelah

yang tak kunjung mereda.

 

Namun, entah dari mana,

ada suara kecil dalam dada

yang berbisik lirih,

“bertahanlah—satu langkah lagi saja.”

 

Dan aku pun kembali melangkah,

meski tertatih,

meski air mata lebih dulu jatuh

sebelum harapan sempat tumbuh.

 

Karena aku paham,

langkah yang tak pernah mudah ini

adalah cara hidup mengajarkanku

arti tetap melangkah—

meski diantara luka

dan dunia terasa runtuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team