Langkahku tak pernah mudah,
selalu ada beban yang kasatmata
menggantung di pundak waktu,
menarikku pelan ke belakang.
Jalan ini amat panjang,
lebih sunyi dari yang kubayangkan,
setiap jejak seolah bertanya,
“masih kuatkah kau bertahan?”
Aku pernah ingin berhenti,
duduk sendiri di persimpangan ragu,
menyerah pada lelah
yang tak kunjung mereda.
Namun, entah dari mana,
ada suara kecil dalam dada
yang berbisik lirih,
“bertahanlah—satu langkah lagi saja.”
Dan aku pun kembali melangkah,
meski tertatih,
meski air mata lebih dulu jatuh
sebelum harapan sempat tumbuh.
Karena aku paham,
langkah yang tak pernah mudah ini
adalah cara hidup mengajarkanku
arti tetap melangkah—
meski diantara luka
dan dunia terasa runtuh.
![[PUISI] Langkah yang Tak Pernah Mudah](https://image.idntimes.com/post/20260411/pexels-bernie1954-33829553_ace72b98-704b-4bc6-a5ed-ffc6013702ec.jpg)