Tiada lelah hati ini mencari keberadaanmu
Ya, sang pelipur lara jiwa ini
Sosok yang selalu tersenyum manis padaku
Telah menghilang bagai ditelan bumi
Andai dia tahu
Betapa berharganya dia untukku
Aku pikir dia tahu perasaanku
Karena kepergiannya telah meremukkan pertahanan diri ini
Jika bukan karenamu, tak ada aku di masa kini
Ya, aku yang hampir putus asa dan meninggalkan dunia yang fana ini
Kaulah sandaran dalam hidupku
Aku terjatuh tanpa kau yang menopangku
Masa depan yang tadinya sulit aku gapai
Terasa ringan saat kau bersamaku
Namun, kenapa kau tiba-tiba menghilang?
Bagai angin yang lenyap tanpa bekas dan jejak yang tertinggal
Apakah aku melakukan kesalahan?
Aku ingin bertanya, berteriak dan menangis dalam waktu yang bersamaan
Andai kau tahu betapa tak sanggupnya aku tanpamu
Aku mohon, kembalilah ke sisiku
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Lenyap Tanpa Bekas
![[PUISI] Lenyap Tanpa Bekas](https://image.idntimes.com/post/20220627/fromandroid-e261d35f572580fae7a2a4e2734e41e0.jpg)
ilustrasi merenung (pexels.com/cottonbro)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorIndiana Malia
Follow Us