Puja-puji teramat agung
Gema validasi menggaung
Hati sedang tinggi melambung
Berjalan dengan dada membusung
Kepala sudah terlanjur mendongak
Tatapan mata terangkat sejenak
Nasihat rendah hati terserak
Sebagai puing-puing kaca retak
Tampak seperti lupa tanah berpijak
Sikap angkuh memanggil dengan nyalak
Merasa sempurna tanpa cela menyeruak
Menuntut diistimewakan tanpa bisa ditolak
![[PUISI] Lupa Tanah Berpijak](https://image.idntimes.com/post/20240209/1000136235-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-143ce872eb8571b48c0b7b287447ecf4.jpg)