Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perempuan membawa lentera dikelilingi kunang-kunang
ilustrasi perempuan membawa lentera dikelilingi kunang-kunang (pexels.com/Tanmoy Prosad)

Ia lahir dari sunyi yang lembut beralasan
Dipeluk pagi dengan doa dan harapan
Di matanya berkilau rahasia kehidupan
Di dadanya berdenyut ribuan perasaan

Ia berjalan pelan menata impian
Menganyam luka menjadi keteguhan
Tangisnya jatuh bukan tanda kelemahan
Melainkan bahasa hati yang terdalam

Ia adalah makhluk perasaan, kata-kata dunia harus perlahan
Seolah rasa adalah beban bawaan
Padahal dari sanalah tumbuh kekuatan
Yang tak selalu tampak di permukaan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team