[PUISI] Sahabat dalam Diam

Sahabat bukan tentang
siapa yang paling asik ditemani,
atau siapa yang paling lama dikenal,
tapi tentang siapa yang tetap menetap
saat dunia merasa runtuh.
Ia datang tanpa janji,
namun menetap tanpa syarat
Selalu ada tanpa diminta,
selalu mengerti tanpa perlu banyak kata.
Diantara tawa yang ramai
ada sebuah cerita yang tak semua orang tau,
tentang air mata yang selalu jatuh,
tentang luka lama yang perlahan sembuh.
Sahabatku,
kaulah tempat pulang yang paling sederhana,
Tak perlu sempurna,
tapi selalu ada.
Walaupun suatu saat jarak memisahkan kita,
semoga waktu tak menghapus kenangan.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















