Kau berdiri gagah mengagumi dirimu sendiri
Memoles topeng agar noda tak lagi tampak
Terkekeh cermin itu melihat polahmu yang lucu
Berusaha keras menjadi malaikat yang baru
Jejak kotor kau basuh agar tak tampak olehku
Merasa hebat karena pandai main di luar nalar
Kau pamerkan piala murah itu di atas lukaku
Seolah sampah yang kau pungut itu untaian mutiara
Silakan rayakan khianatmu yang kau anggap murni
Di atas hati yang kau injak tanpa tahu diri
Saksikan perlahan bagaimana semestamu runtuh
Sebab, pendosa takkan pernah bertakhta lama
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Malaikat Palsu
![[PUISI] Malaikat Palsu](https://image.idntimes.com/post/20260418/pexels-atahandemir-16168252_be68900f-8290-4a4e-9246-95022df25448.jpg)
ilustrasi seorang pria yang bercermin (pexels.com/Atahan Demir)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us