Menyunggingkan seutas senyuman berhias kemenangan
Berjalan gontai dengan nada pongah
Watak culas dibiarkan tumbuh beringas
Tak sedikit pun diwarnai ekspresi cemas
Semesta ingin menolak dengan segala upaya
Kehadiran manusia karena sungguh tak tahu diuntung
Bertindak tanpa memperhatikan norma tatanan
Ingatan tentang syukur sudah lama menghilang
Jika mampu bersuara dengan lantang
Sudah tentu mengutuk bernada teriakan
Mengusir manusia tak tahu di untung dengan ekspresi murka
Tak mengizinkan ia datang dan berbuat sesukanya
![[PUISI] Manusia Fana di Atas Semesta](https://image.idntimes.com/post/20231011/anthony-tori-8tn3fldtqbu-unsplash-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-bfe1bd7185af21862579a498c3353398.jpg)