Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Manusia Fana di Atas Semesta
ilustrasi menatap pemandangan (unsplash.com/Anthony ori)

Menyunggingkan seutas senyuman berhias kemenangan
Berjalan gontai dengan nada pongah
Watak culas dibiarkan tumbuh beringas
Tak sedikit pun diwarnai ekspresi cemas

Semesta ingin menolak dengan segala upaya
Kehadiran manusia karena sungguh tak tahu diuntung
Bertindak tanpa memperhatikan norma tatanan
Ingatan tentang syukur sudah lama menghilang

Jika mampu bersuara dengan lantang
Sudah tentu mengutuk bernada teriakan
Mengusir manusia tak tahu di untung dengan ekspresi murka
Tak mengizinkan ia datang dan berbuat sesukanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team