Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Masih Tentang Hujan
ilustrasi hujan (pexels.com/Min An)

Air langit yang turun ke bumi
Ciptakan aroma khas di kala pagi
Saat semua makhluk menepi
Sejenak berteduh di riuh sepi

Harum tanah yang telah basah
Mencium ramah jiwa gelisah
Saat wajah malu-malu berkaca
Pada genangan yang baru ada

Kala hujan beranjak tanpa sapa 
Angin datang membelai mesra
Ketika semua mendongakkan muka
Jelita bianglala tiba di nabastala

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team