Langkah terasa pendek di hari yang panjang
Bukan karena ada jalan yang berubah
Melainkan tenaga perlahan mulai menipis
Di antara hal yang terus menumpuk
Pikiran tidak benar-benar bising
Namun juga tidak pernah sunyi
Seperti ada yang terus berjalan
Tanpa sempat berhenti sejenak
Aku tidak mencari jawaban besar
Hanya ruang kecil untuk bernapas
Tempat di mana beban bisa diturunkan
Tanpa perlu dijelaskan panjang
Melipur tidak datang sebagai keajaiban
Ia hadir dalam bentuk yang sederhana
Saat hati diberi waktu untuk diam
Perlahan menemukan tenangnya sendiri
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Melipur Hati yang Letih
![[PUISI] Melipur Hati yang Letih](https://image.idntimes.com/post/20260504/pexels-charithk-8588905_af9c9b2c-cb5d-4527-9f15-8d973f6bb505.jpg)
ilustrasi pria yang sedang sendirian (pexels.com/Charith Kodagoda)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us