Pagi ini, langit kembali meluruhkan air mata yang sama,
mengetuk jendela dengan ritme yang hafal benar nama-Mu.
Hujan bukan lagi sekadar cuaca yang mendinginkan suhu,
ia adalah mesin waktu yang menarikku paksa ke masa lalu.
Aku teringat sepasang sepatu yang basah di bawah satu payung,
di mana bahumu dan bahuku saling bersandar tanpa canggung.
Kala itu, dingin hanyalah alasan untuk kita bicara lebih lama,
meramu tawa di antara bau tanah dan aspal yang basah aromanya.
Namun, kini hujan hanyalah sebuah memoar yang bising,
tentang percakapan yang menggantung dan hati yang terasing.
Setiap tetes yang jatuh di pipi terasa seperti sapaanmu yang dulu,
yang kini tak lagi bisa kusentuh, hanya bisa kunikmati dalam bisu.
Biarlah rintik ini menghapus debu-debu yang menutupi ingatan,
sebab meski kamu telah jauh melangkah meninggalkan persimpangan,
bagiku, kamu adalah hujan yang tak pernah benar-benar reda,
selalu punya cara untuk pulang dan menetap di dada.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Memoar dalam Rintik yang Jatuh
![[PUISI] Memoar dalam Rintik yang Jatuh](https://image.idntimes.com/post/20260513/pexels-th2city-10826589_d455377e-1306-47ca-b1a6-11deee0d00e5.jpg)
ilustrasi hujan (pexels.com/th2city santana)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- [PUISI] Waktu yang Mengurai Rindu18 May 2026, 05:04 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- [PUISI] Esok Tanpamu17 May 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Rumah Bernama Ibu 14 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Mengira Singgah sebagai Rumah14 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sebelum Senja Benar-benar Pergi13 Oct 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Debu Diatas Kelopak13 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Pesona Bentala Memahat Pemikat Nirwana13 Oct 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Suara dari Sudut Kota yang Lupa 13 Oct 2026, 09:25 WIB
[PUISI] Jadilah Lampu Jalan13 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tarian Indah dalam Bayangan Diri12 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Ada Lelah yang Tak Pandai Bersuara12 Oct 2026, 16:47 WIB
[PUISI] Di Pelukan Ibu12 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Sedari Awal Monolog12 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI]] Bualan Benalu11 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Ketika Bisaku Tak Lagi Berarti11 Oct 2026, 14:17 WIB
[PUISI] Tak Ada yang Terlambat11 Oct 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Lelah yang Terbayarkan11 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Ayah Menyimpan Lelah di Saku11 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Terang-benderang10 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Kita yang Pernah Begitu Yakin10 Oct 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Semangkuk Bubur yang Kurindukan10 Oct 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Semesta Durjana10 Oct 2026, 05:25 WIB