Siluet tubuh pantulkan banyangan abadi
Setiap lekuk terpatri secara terperinci
Jelas sekali amarah mengikat diri
Gejolak api menampilkan emosi
Kepalanya penuh berkecamuk pikiran
Seolah tak henti meminta perhatian
Rasanya penuh kehancuran
Semua mata menganggapnya kesalahan
Apakah hadirku tak diinginkan?
Tarik napas panjang perlahan
Biarkan amarah memeluk hujan
Setetes air mata mengucur bak ukiran
Sudah cukup diri ini menahan
Hanya berteman dengan tangisan
![[PUISI] Menahan Diri](https://image.idntimes.com/post/20260308/1000384716_f81a8c91-7089-4a39-bac2-debe85ddf932.jpg)