Di dapur sunyi bernama hati
Merebus waktu di atas api rindu
Asapnya naik membawa doa tertahan
Pelan, tak terbakar amarah
Menakar seribu sumpah serapah
Rasanya pahit seperti kopi tanpa gula
Mengaduk pelan amarah
Lekas mengendap di dasar harap
Tersapu ketukan angin
Menerbangkan dia nyaris menguap
Bersulang kembali di tengah senyap
