Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Menjaga Waras dalam Dekapan Luka

[PUISI] Menjaga Waras dalam Dekapan Luka
ilustrasi seseorang yang bertahan sendirian (pexels.com/Khoa Võ)
Share Article

Kepala ini gaduh sekali
Penuh teriakan yang sulit dikeluarkan
Perang di balik dahi tak pernah berhenti
Mencabik sisa tenang yang kugapai

Dinding kamar jadi saksi sesaknya bertahan
Menelan pahit kenyataan yang terus menekan
Aku memeluk luka yang durinya menusuk kulit
Tetap tegak meski hidup terlalu banyak menuntut

Setiap napas adalah perjuangan agar tak pecah
Mengikat erat sisa kewarasan yang hampir musnah
Tak ada pahlawan, hanya aku dan rasa sakit yang menyatu
Bertahan dari hancur meski dunia telah menjadi abu

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team
    Yudha ‎
    EditorYudha ‎