Menyiram muram
Dengan sisa hujan tertinggal di mata
Airnya pahit,
Seperti kenangan yang lupa cara pulang
Muram tumbuh di dada
Akar-akarnya menjalar pelan
Mengikat napas,
Menjadikan sunyi rumah sementara
Sebentar meminjam pagi
Menampung cahaya tumpah
Sungguh, muram menutup jendela langit
Mengabaikan permohonan sengit
![[PUISI] Menyiram Muram](https://image.idntimes.com/post/20230916/pexels-pixabay-163762-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-e24d78cb08d035f49cff58165ff44329.jpg)