Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Detak di Antara Doa yang Tertahan

[PUISI] Detak di Antara Doa yang Tertahan
ilustrasi orang berada dalam kegelapan (pexels.com/Mozhgan Elahi)
Share Article

Aku tak diharapkan
Makannya aku mengumpat
Berbisik pada takdir yang gemetar mengeja namaku
Setelah menuliskannya dengan tinta bisu

Di ruang gelap terbungkus ketakutan dan keraguan
Aku berdetak di antara doa yang tertahan
Ah, tuan
Andai dulu tak kau tanggalkan nurani itu
Dengan kancing baju carut marut
Dan wajah yang menuntut
Bersaksi atas nama nafsu berahi

Apa salahku?
Sampai harus mengais-ngais afeksi
Menganggap dunia sebagai tempat paling kelam dan sunyi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More

[PUISI] Jalan Panjang Menuju Kebijaksanaan

01 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Punggung Bumi

[PUISI] Punggung Bumi

30 Mei 2026, 21:12 WIBFiction
[PUISI] Rekam Jejak

[PUISI] Rekam Jejak

30 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Dompet Renta Ayah

[PUISI] Dompet Renta Ayah

28 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Selembar Pasrah

[PUISI] Selembar Pasrah

27 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction