Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Detak di Antara Doa yang Tertahan

ilustrasi orang berada dalam kegelapan
ilustrasi orang berada dalam kegelapan (pexels.com/Mozhgan Elahi)

Aku tak diharapkan
Makannya aku mengumpat
Berbisik pada takdir yang gemetar mengeja namaku
Setelah menuliskannya dengan tinta bisu

Di ruang gelap terbungkus ketakutan dan keraguan
Aku berdetak di antara doa yang tertahan
Ah, tuan
Andai dulu tak kau tanggalkan nurani itu
Dengan kancing baju carut marut
Dan wajah yang menuntut
Bersaksi atas nama nafsu berahi

Apa salahku?
Sampai harus mengais-ngais afeksi
Menganggap dunia sebagai tempat paling kelam dan sunyi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Detak di Antara Doa yang Tertahan

18 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi paman

[PUISI] Paman Datang

18 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
taman kebun musim gugur yang hangat.

[PUISI] Sepasang Riang

17 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi sahabat

[PUISI] Sahabat dalam Diam

17 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi orang menyambut bulan Ramadan

[PUISI] Fajar Ramadan

16 Feb 2026, 06:15 WIBFiction
ilustrasi bunga jalanan

[PUISI] Bunga Jalanan

16 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi seorang anak memegang lilin

[PUISI] Tak Ingin Redup

15 Feb 2026, 21:48 WIBFiction
Ilustrasi siluet senja

[PUISI] Serupa Senja

15 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi kebaikan

[PUISI] Putaran Awal

15 Feb 2026, 20:17 WIBFiction
ilustrasi seseorang sedang merenung

[PUISI] Setelah Luka

13 Feb 2026, 21:07 WIBFiction