Denting spatula membangunkan lelapku
Aroma dapur yang merambat ke pintu
Ritual lama yang ibu jaga dengan tabah
Sejak aku kecil, saat dunia masih indah
Sepiring nasi goreng tersaji hangat
Warna rumahan yang begitu memikat
Meski jenuh kadang datang menyapa
Habis juga kumakan tanpa ada sisa
Ibu mengira seleraku tak pernah berubah
Bahwa nasi goreng adalah puncak rasa di lidah
Maka ia gorengkan cinta dalam setiap butirnya
Hanya demi melihat anaknya kenyang bahagia
Kini kupahami di tiap butir nasi yang kuterima
Ada kasih yang tak sanggup dieja kata-kata
Selama aroma itu masih tercium di udara
Artinya pelindungku masih ada dan terjaga
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Nasi Goreng Ibu
![[PUISI] Nasi Goreng Ibu](https://image.idntimes.com/post/20260428/jay-nlper-xciy4hwqnnk-unsplash_d5a3d04b-de93-4b28-b6a8-4a58b8fc727c.jpg)
ilustrasi nasi goreng (unsplash.com/Jay Nlper)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us