Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Pantang Terusir
ilustrasi jalanan kota (pexels.com/Chi Hou Ong)

Tanah itu, rumah intelektual
Udara itu, ruang spiritual
Kau mungkin menghakimi, pula membakar
Seribu tuduhan tak bermoral

Kau dengar, manusia bebal!
Pantang terusir barang sejengkal
Sekalipun darah di titik nadir
Hampir tak berdesir

Rumah intelektual terpatri
Ruang spiritual abadi
Pantang mengusir pergi
Mari bertarung saja sampai mati

Rumah riuh metropolis
Pantang terusir anarkis
Sekali lagi, bertarung saja, para manusia bengis

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎