Di lekuk senja yang baru
Kesunyian merayap perlahan
Menjahit setiap jeda dengan benang senyap
Sementara angin menabur desir
Menyapu sisa-sisa terang yang enggan beranjak
Berjalan pada garis tipis
Antara deretan doa berkerak
Bak lentera kecil menolak padam
Memahami romantisme amukan badai
Paripurna, bukan akhir perjalanan
Memeluk ruang-ruang kosong
rapuh, utuh, luka, dan sembuh
dalam satu tarikan napas yang sama
![[PUISI] Paripurna](https://image.idntimes.com/post/20230601/pexels-fabian-fernandez-andia-15835215-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-43f14a64085c23946c549b04e0a6ecf3.jpg)