Saat berjalan di lorong waktu yang samar
Langkahku ragu dan tujuanku mulai pudar
Rambu-rambu runtuh, peta pun keliru
Malam mulai memelukku tanpa satu petunjuk semu
Aku bertanya pada angin yang berlalu
Namun jawabannya hanya sunyi membeku
Jalan bercabang kian menjauhkan makna
Ku tersesat di tengah perjalanan bernama asa
Lalu kau hadir tanpa sorot yang memaksa
Langkahmu tenang dan suaramu sederhana
Kau ajarkan aku membaca tanda di hati
Bahwa tujuan tak selalu harus segera dicapai
Kini aku melangkah dengan mata terbuka
Meski jalan panjang masih penuh tanda tanya
