Ia datang tak pernah dijemput
Seperti angin yang mengoyak tirai malam
Tak bertanya apakah aku siap
Menabrak batas yang sudah kubuat
Aku menutup pintu dengan doa
Namun ia masuk lewat celah bayangan
Mengacak tatanan yang kupeluk erat
Mengubah damai menjadi gelisah
Bagaimana cara melawan sesuatu
Yang tak bisa kulihat tapi menyiksa
Yang tak bersuara tapi menggema
Yang tak dapat digenggam tapi menjauh
Perasaan yang liar ini menghantuiku
Hingga aku hanya bisa terdiam
Membiarkannya merajalela di setiap hariku
Satu-satunya cara bertahan hanya menunggu
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Perasaan yang Liar
![[PUISI] Perasaan yang Liar](https://image.idntimes.com/post/20250613/seo-galaxy-yusHnkBhF3Q-unsplash%20(1).jpg)
ilustrasi seseorang yang sedang stres (unsplash.com/SEO Galaxy)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us