Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi membaca peta
Ilustrasi membaca peta (pexels.com/Leah Newhouse)

Ada garis tak terbaca di telapak tangan,
Bukan tentang takdir, melainkan bekas bertahan
Aku menyusurinya perlahan seperti peta lama,
Mencari bahagia yang tak banyak meminta suara

Jalannya berliku di rimba penuh keraguan,
Bisik asing datang menawarkan banyak tujuan
Aku berhenti sejenak, memilih diam sendiri,
Di ruang sunyi itu hatiku mulai bernyanyi

Tak ada arah pasti di papan kota yang ramai,
Wajah asli sering hilang di balik kata usai
Topeng yang kupakai runtuh satu per satu,
Menyisakan diri yang rapuh namun jujur bertemu

Kini kutahu inilah titik yang kutuju,
Bukan tempat tinggi, bukan sorak yang semu
Peta ini mengarahkanku pada satu pelukan,
Tempat aku utuh, dengan kurang yang tak lagi kutahan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team